Saturday, February 28, 2026

Poi Barolek (4)

 POI BAROLEK (4)


Teman, tentu kita semua merasakan, indahnya berkumpul di surau sehabis mengaji. Guru Ngaji, masih keluarga Buyuang Mipih, mak Anwar Imam. Beliau dibantu asisten, anak-anak yg lebih tua. Seperta da Madi dkk. Mereka mengeja Quran, dibantu lidi yang berpindah dari huruf ke huruf di setiap baris. Di mulai dari alif ba ta, sampai alif lam mim. Ruang surau, berdengung sehabis maghrib sampai isya. Lampu petromax, bersinar terang. Dan jika sudah selesai, lampu berganti "damea" kecil yang cahayanya berkedip dihembus angin sawah.

Namun, bagi anak-anak, yang setelah shalat isya diminta tidur, lampu temaram itu sudah biasa. Bahkan sering jadi ajang obrolan pengantar tidur. Di "forum" itulah ceruta horor, muncul. Tentang hantu, tentang harimau, dan tentang orang maling. Buyuang Mipih, anak ingusan, mendengar dengan melongo. Takut. Apalagi jika cerita hantu dibalut dengan sosok hewan seperti harimau, atau baribeh. Hiii, merinding bulu kuduk. Maka kain sarung ditarik menutup kepala. Tikar pandan terasa dingin. Angin sawah meniup dari sela lantai kandang surau, yg berisi banyak ternak itik. Bau feses itik, kadang sangat tak enak. Tapi, tak ada pilihan lain. Berkelumun, sampai pagi subuh....

No comments:

Post a Comment